PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULURAL: TELAAH PERAN PSIKOLOGI ISLAM

Main Article Content

hasbullah hasbullah
Idi Warsah Idi Warsah

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang pendidikan Islam multikultural dengan tinjauan psikologi Islam. Selama ini belum banyak yang mempelajarinya dalam bentuk penelitian khusus. Sehingga perlu digali hal tersebut, agar pendidikan multikultural dapat diunggulkan dari berbagai sisi, termasuk psikologi Islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif non-interaktif dengan metode analisis konsep/isi (teks). Hal ini dikarenakan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengkaji setiap teks/konten yang terdapat dalam beberapa jurnal yang berkaitan dengan pendidikan Islam multikultural dan Psikologi Islam. Dalam konsep dan implementasinya, pendidikan Islam multikultural sangat perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan konsep tentang psikologi Islam sehingga pendidikan Islam multikultural akan hadir secara ramah baik kepada pendidik, peserta didik maupun lingkungan. Sehingga tergambar bahwa peran psikologi Islam dalam pendidikan Islam multikultural adalah menumbuhkan Kesadaran Pentingnya Pendidikan Islam Multikultural, Sahabat dalam Pengembangan Kemahasiswaan, menghadirkan Nilai-Nilai Kepribadian Mahasiswa, menggali potensi dengan berbagai pendekatan, memperkuat basis pembelajaran Islam multikultural. materi, dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Maka, penting untuk menghadirkan psikologi Islam dalam implementasi pendidikan Islam multikultural.

Article Details

How to Cite
hasbullah, hasbullah, & Idi Warsah , I. W. (2022). PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULURAL: TELAAH PERAN PSIKOLOGI ISLAM. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah, 7(02), 1–11. https://doi.org/10.54892/jmpialidarah.v7i02.177
Section
Articles

References

Afif, A. (2012) ‘Model Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Multikultural’, 7, p. 18.

Arifin, Z. (2018) ‘Pendidikan Islam Multikultural Upaya Menumbuhkan Kesadaran Multikultural’, Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 2(1), pp. 38–56. doi:10.35309/alinsyiroh.v2i1.3331.

Dachrud, M. and Yusra, Y. (2018) ‘Pendidikan Berbasis Islam Dan Multikultural Dalam Keluarga Sebagai Pembentuk Religiusitas Pada Anak’, Potret Pemikiran, 22(2). doi:10.30984/pp.v22i2.782.

dris, Djamaluddin M., I. (2017) ‘Karakteristik Praktek Sufi di Indonesia (The Characteristic of Sufi Practice in Indonesia).’, Psikis : Jurnal Psikologi Islami, 4(1), pp. 1–16.

Ema Yudiani (2013) ‘Pengantar Psikologi Islam’, 14(2), pp. 175–186.

Hasan, N. (2019) ‘Elemen-Elemen Psikologi Islami Dalam Pembentukan Akhlak’, Spiritualita, 3(1). doi:10.30762/spr.v3i1.1516.

Hidayat, B., Putra, A.A. and Harahap, M. (2018) ‘Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Psikologi Islami’, Generasi Emas, 1(1), p. 29. doi:10.25299/ge.2018.vol1(1).2254.

Imam Syafe’i (2017) ‘Model Kurikulum Pesantren Salafiyah Dalam Perspektif Multikultural’, 8(II), pp. 131–132.

jamaluddin M. Idris, Usman, U. (2019) ‘Peranan Pendidikan Akhlak dalam Mengembangkan Kepribadian Peserta Didik di Madrasah’, Al-Musannif, 1(2), p. 78.

Mansur, R. (2016) ‘Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural’, 10(2), p. 8.

Muhammad Ansori (2018) ‘Muhamad Ansori, (2018) Model Pendidikan Islam Berbasis Multikultural, Jurnal Al-Yasin, Volume 3, No. 02, hal. 118-132’, 3(2), pp. 118–132.

Muhimmatul Hasanah, ( (2018) ‘Dinamika Kepribadian Menurut Psikologi Islami’, urnal Ummul Qura, 11(1), p. 21.

Rois, A. (2013) ‘Pendidikan Islam Multikultural: Telaah Pemikiran Muhammad Amin Abdullah’, Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 8(2), pp. 301–322. doi:10.21274/epis.2013.8.2.301-322.

Ruslan Ibrahim, K. (2008) ‘Pendidikan Multikultural: Upaya Meminimalisir Konflik dalam Era Pluralitas Agama’, 1(1), p. 118.

Susanto, E. (2011) ‘Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Multikultural Di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Sman 1 Pamekasan’, 8(2), p. 14.

Warsah, I. and Uyun, M. (2019) ‘Kepribadian Pendidik: Telaah Psikologi Islami’, Psikis : Jurnal Psikologi Islami, 5(1), pp. 62–73. doi:10.19109/Psikis.v5i1.3157.

Zainal Arifin (2012) ‘Pendidikan Multikultural-Religius untuk Mewujudkan Karakter Peserta Didik yang Humanis-Religius’, 1(1), p. 12.